♠ Posted by MA ABU AL-ARQAM in teknologi at 00:16
Keunggulan Lazada
Beberapa perusahaan e-commerce yang
hadir di Indonesia, sama-sama menampilkan produk dagangan di website
mereka. Namun, terdapat bisnis model yang berbeda
dari perusahaan e-commerce tersebut.
Lazada, perusahaan ini menawarkan produk yang dijual
secara retail online atau Business To Consume (B2C), dengan memiliki
gudang barang sendiri. Sedangkan untuk bisnis model Consumer to Consumer
(C2C), perusahaan e-commerce hanya menyediakan platform atau sebagai
jembatan bertemunya penjual dan pembeli dalam satu platform.
C2C konsep yang diusung beberapa perusahaan e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak. Baik B2C maupun C2C, masing-masing e-commerce tersebut tentu memiliki kelebihan serta layanan unggulan yang ditawarkan oleh perusahaan
kelebihan B2C ialah perusahaan memiliki kontrol yang kuat terhadap barang yang akan dijual hingga menyediakan layanan pengiriman sendiri. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diharapkan pada saat transaksi, misalnya kesalahan dalam pengiriman barang, maka perusahaan bertanggungjawab untuk me-replace barang tersebut.
Seperti yang terjadi pada akhir Juni lalu, seorang pelanggan kedapatan mendapatkan salah satu merk sabun, padahal ia memesan iPhone 6 Plus di Lazada. Lazada menyampaikan bahwa hal itu merupakan kesalahan individu atau human error pada operasional rantai suplai.
Lazada juga memiliki layanan market place, yang memungkinkan pengguna untuk berjualan melalui platform Lazada, tentunya dengan menyertakan identitas secara jelas untuk keamanan konsumen.
Lazada Indonesia mengakui bila beberapa barang memang didatangkan dari negara luar, misalnya China. Meskipun barang impor, perusahaan memastikan bahwa pelanggan tidak akan terkena biaya tambahan yang membebani pihak konsumen.
C2C konsep yang diusung beberapa perusahaan e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak. Baik B2C maupun C2C, masing-masing e-commerce tersebut tentu memiliki kelebihan serta layanan unggulan yang ditawarkan oleh perusahaan
kelebihan B2C ialah perusahaan memiliki kontrol yang kuat terhadap barang yang akan dijual hingga menyediakan layanan pengiriman sendiri. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diharapkan pada saat transaksi, misalnya kesalahan dalam pengiriman barang, maka perusahaan bertanggungjawab untuk me-replace barang tersebut.
Seperti yang terjadi pada akhir Juni lalu, seorang pelanggan kedapatan mendapatkan salah satu merk sabun, padahal ia memesan iPhone 6 Plus di Lazada. Lazada menyampaikan bahwa hal itu merupakan kesalahan individu atau human error pada operasional rantai suplai.
Lazada juga memiliki layanan market place, yang memungkinkan pengguna untuk berjualan melalui platform Lazada, tentunya dengan menyertakan identitas secara jelas untuk keamanan konsumen.
Lazada Indonesia mengakui bila beberapa barang memang didatangkan dari negara luar, misalnya China. Meskipun barang impor, perusahaan memastikan bahwa pelanggan tidak akan terkena biaya tambahan yang membebani pihak konsumen.

0 comments:
Post a Comment